Mulai 27 Oktober 2025, setiap perubahan data Perseroan Terbatas (PT) wajib melewati mekanisme baru bernama konfirmasi pemegang saham SABH. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan verifikasi substantif SABH oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk memastikan bahwa setiap perubahan direksi, komisaris, maupun kepemilikan saham benar-benar sah dan disetujui oleh pihak yang berhak.
Dengan adanya konfirmasi pemegang saham SABH, sistem kini tidak hanya mencatat data, tetapi juga memverifikasi persetujuan langsung dari pemilik saham melalui email resmi.
🔹 Apa Itu Konfirmasi Pemegang Saham SABH
Konfirmasi pemegang saham SABH adalah proses validasi elektronik di mana setiap pemegang saham menerima notifikasi email dari Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) untuk menyetujui atau menolak perubahan data perusahaan.
Langkah ini dilakukan setiap kali notaris mengajukan:
- Perubahan direksi dan komisaris,
- Peralihan saham antar pemegang, atau
- Pergantian data atau nama pemegang saham.
Hanya setelah semua pemegang saham memberikan konfirmasi pemegang saham SABH, sistem akan melanjutkan ke tahap verifikasi substantif oleh verifikator Kemenkumham.
🔹 Mengapa Konfirmasi Pemegang Saham SABH Diterapkan
Sebelum 2025, perubahan data di SABH berjalan otomatis setelah notaris mengunggah dokumen.
Sayangnya, banyak terjadi:
- Perubahan saham tanpa izin pemilik,
- Kesalahan input data, dan
- Ketidaksesuaian antara akta dengan entri di sistem.
Melalui konfirmasi pemegang saham SABH, setiap pemegang saham kini ikut terlibat langsung.
Tujuannya jelas: mencegah penyalahgunaan dan memastikan seluruh perubahan sah secara hukum. Kemenkumham menilai mekanisme ini sebagai fondasi keamanan baru bagi dunia usaha di era digital.
🔹 Langkah-Langkah Proses Konfirmasi Pemegang Saham SABH
Agar proses perubahan data PT berjalan lancar, berikut tahapan resmi konfirmasi pemegang saham SABH yang perlu diketahui:
1. Pengajuan oleh Notaris
Notaris menginput data perubahan ke dalam SABH dan mengunggah dokumen seperti:
- Akta perubahan,
- Notula RUPS atau keputusan pemegang saham,
- Daftar pemegang saham terbaru.
Pada tahap ini, notaris wajib mencantumkan email aktif semua pemegang saham.
2. Pengiriman Email Konfirmasi Otomatis
Setelah data masuk, sistem akan mengirimkan email konfirmasi ke setiap alamat yang terdaftar.
Isi email berisi tautan untuk melakukan konfirmasi pemegang saham SABH secara online.
3. Persetujuan oleh Pemegang Saham
Pemegang saham wajib membuka tautan dan menyetujui perubahan dalam waktu maksimal 7 hari kerja. Jika tidak ada respons, pengajuan otomatis dibatalkan oleh sistem SABH.
4. Pemeriksaan oleh Verifikator Kemenkumham
Setelah semua pemegang saham mengonfirmasi, verifikator melakukan verifikasi substantif SABH atas seluruh dokumen dan data.
5. Persetujuan dan Penerbitan SK
Jika semua valid, Kemenkumham menerbitkan SK Perubahan PT melalui SABH, menandakan bahwa proses konfirmasi dan verifikasi selesai.
⏱️ Total estimasi waktu: ±14 hari kerja sejak pengajuan awal, termasuk masa tunggu konfirmasi email.
🔹 Batas Waktu Konfirmasi Pemegang Saham SABH
Berdasarkan ketentuan Ditjen AHU:
- Batas waktu konfirmasi = 7 hari kerja sejak email dikirim.
- Jika satu saja pemegang saham tidak merespons, pengajuan tidak bisa diproses.
- Notaris harus mengajukan ulang seluruh berkas.
Karena itu, pastikan setiap alamat email benar-benar aktif dan dapat diakses langsung oleh pemegang saham.
🔹 Dokumen yang Diperlukan dalam Proses Konfirmasi SABH
Agar konfirmasi pemegang saham SABH berjalan mulus, siapkan dokumen berikut:
- Akta Perubahan Terbaru yang ditandatangani notaris.
- Notula RUPS / Keputusan Pemegang Saham.
- Daftar Pemegang Saham Terakhir yang menunjukkan proporsi kepemilikan.
- KTP & NPWP Pemegang Saham.
- Alamat Email Aktif Semua Pemegang Saham.
Kelengkapan data ini mempercepat validasi dalam sistem SABH.
🔹 Tujuan dan Manfaat Konfirmasi Pemegang Saham SABH
Penerapan konfirmasi pemegang saham SABH memiliki manfaat besar bagi keamanan hukum perusahaan, antara lain:
1. Meningkatkan Validitas Perubahan Data
Setiap perubahan telah diverifikasi langsung oleh pihak yang berwenang (pemegang saham & verifikator).
2. Mencegah Penyalahgunaan Aset Perusahaan
Tanpa persetujuan pemegang saham, tidak ada perubahan yang bisa disahkan oleh SABH.
3. Melindungi Kepemilikan Saham
Sistem memberikan notifikasi otomatis ke email, sehingga pemilik saham mengetahui setiap aktivitas terkait datanya.
4. Menambah Kredibilitas Perusahaan
Perusahaan dengan data yang diverifikasi melalui konfirmasi pemegang saham SABH lebih dipercaya oleh bank dan investor.
5. Membentuk Tata Kelola yang Transparan
Mekanisme ini mendorong budaya administrasi hukum yang jujur dan bertanggung jawab.
🔹 Tips Agar Konfirmasi Pemegang Saham SABH Tidak Gagal
Kegagalan konfirmasi sering kali disebabkan hal sederhana. Berikut tips penting agar pengajuan Anda berhasil:
- Gunakan email aktif dan unik untuk setiap pemegang saham.
- Pastikan tidak masuk ke folder spam.
- Koordinasikan jadwal dengan seluruh pemegang saham sebelum pengajuan.
- Periksa ulang semua data di akta agar sesuai dengan input di SABH.
- Gunakan notaris atau konsultan yang memahami sistem SABH 2025.
Dengan persiapan matang, proses konfirmasi pemegang saham SABH bisa selesai tanpa hambatan.
🔹 Dampak Konfirmasi Pemegang Saham SABH terhadap Proses Bisnis
Perubahan sistem ini memang membuat proses sedikit lebih panjang, tetapi manfaat jangka panjangnya signifikan:
- Meningkatkan keamanan dan keabsahan data hukum perusahaan.
- Mencegah praktik ilegal seperti pemalsuan dokumen dan akta palsu.
- Memberikan kejelasan tanggung jawab antara pemegang saham dan direksi.
- Meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem hukum korporasi nasional.
Kini, setiap data di SABH menjadi bukti hukum digital yang dapat diandalkan saat terjadi sengketa.
🔹 Konfirmasi Pemegang Saham SABH sebagai Bagian dari Verifikasi Substantif
Penting dipahami bahwa konfirmasi pemegang saham SABH merupakan tahap awal dari verifikasi substantif SABH. Tanpa konfirmasi, tidak ada proses verifikasi lebih lanjut.
Tahap-tahapnya:
- Konfirmasi oleh pemegang saham →
- Pemeriksaan dokumen oleh verifikator →
- Persetujuan final oleh sistem SABH.
Keduanya saling terkait dan menjadi dasar keabsahan hukum seluruh perubahan PT.
🔹 Tantangan Penerapan Konfirmasi Pemegang Saham SABH
Meskipun sistemnya canggih, ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi:
- Tidak semua pemegang saham familiar dengan sistem digital.
- Risiko email salah input atau tidak aktif.
- Koordinasi antar pemegang saham yang lambat.
- Ketergantungan pada notaris untuk memasukkan data dengan benar.
Namun semua ini bisa diatasi dengan pendampingan profesional dan komunikasi yang baik antar pihak.
🔹 Kesimpulan
Konfirmasi pemegang saham SABH adalah inovasi penting dari Kemenkumham untuk meningkatkan validitas data hukum perusahaan di Indonesia. Melalui sistem ini, setiap perubahan struktur perusahaan kini hanya bisa dilakukan setelah semua pemegang saham memberikan persetujuan resmi.
Mulai 27 Oktober 2025, proses ini menjadi wajib bagi seluruh PT yang melakukan perubahan data di SABH. Langkah ini menandai era baru transparansi, akuntabilitas, dan keamanan hukum digital di Indonesia.


